The Man Who Cant Be Moved

September 14, 2011

What am I supposed to do when the best part of me was always you.

What am I supposed to say when I’m all choked up and you’re ok

I’m falling to pieces

Breakeven – The Script

 

Malam ini entah malam ke berapa saya mengalami kesulitan memejamkan mata, terbang menuju mimpi. Tidur adalah salah satu bentuk rekreasi yang saya sukai. Bermalas malasan di tempat tidur apalagi. Tetapi, belakangan..saat saya menginginkan untuk tidur, atau setidaknya tertidur karena kelelahan menghitung eternit di langit kamar, kantuk itu tak kunjung datang.

Saya benci terjaga. Saya benci terjaga hingga lewat tengah malam jika tidak ada aktivitas pasti. Menonton tivi misalnya. Saya benci terjaga, karena itu hanya akan membawa lamunan panjang yang tidak berkesudahan. Kalau saja saya bijak, saya pasti akan lebih banyak merenung daripada melamun, tapi..kualitas saya masih saja jauh dari umur saya :d

Iya , saya akui. Semua ini tak mungkin terjadi begitu saja.

Beberapa waktu yang lalu, seseoarang dari masa lalu yang sungguh saya tidak ingin mengingatnya lagi. Datang. Kembali menyapa melalui selular saya. Bukan hal yang besar, hanya menyapa. Bertanya kabar. Sedikit bertukar cerita. Tapi balas berbalas pesan singkat serta 10 menit di telepon itu telah membuat saya kembali kehilangan akal sehat saya. Saya bukan luluh, saya hanya menjadi kehilangan diri saya yang kemarin saya miliki.

Pernahah kalian setengah mati melepaskan seseorang, bertahan. Kemudian bertemu kembali dengan oknum tersebut, dan Duarr…semua kembali berserakan di lantai. Yak, beberapa waktu yang lalu saya mengalaminya. Rasanya ga karuan. Membencinya kenapa harus kembali menunjukkan keberadaannya dan membenci betapa lemahnya saya. Berat mengakui, tapi memang dia adalah the man who cant be moved saya. Orang yang sebenarnya tidak ingin saya simpan di hati, tapi kenyataannya masih ada di sana. menjadi penunggu entah mau sampai kapan. *sigh

Kali ini saya hanya ingin meminta kepada Tuhan saya, agar saya punya cukup kekuatan untuk segera moving on dari semua ini. Mudah mudahan itu cukup. Semoga.

 

 

Tanggal 5 April 2011, Bruno Mars menggelar konsernya di Jakarta. Siapa sih yang ga kenal sama penyanyi Just the way you are. Yang bikin semua perempuan klepek klepek dan berharap pria idamannya menyanyikan lagu itu buat dy. Eh iya kan? apa cuma saya yang berpikir seperti itu???

Pas pre-sale di buka sama Java Musikindo, saya ga beli tiketnya. Karena kondisi keuangan waktu itu ga memungkinkan, lagian saya juga sudah ada rencana nonton Java Jazz di bulan Maretnya. Jadi saya mengerem niat saya itu. Terlebih salah satu teman saya bilang, ” Bruno Mars kan ga ganteng, dengerin mp3 nya aja”.  OK saya nurut.

Tapi pas udah mulai dekat sama konsernya, pas liat iklannya, liat billboardnya di jalan, pas denger lagunya..rasanya kok pengin nonton banget.  Kapan lagi dy bakal datang ke Jakarta. Dan teman saya di atas yang menyuruh saya dengar mp3 nya saja juga kualat. Dy juga terkena sindrom pengin nonton Bruno Mars akut. Sayangnya tiket sudah sold out. Hanya 7 jam dari jam penjualan dibuka. Edan

Akhirnya, saya mencoba keberuntungan saya. Ikut kuis dari om Adrie Subono..dua kesempatan dy lempar soal melalui akun twitternya, saya masih kurang beruntung. Akun saya tidak di mention sebagai pemenang. saya hanya mengurut dada.  Lalu saya ikut kuis lagi dari Mobads tsel (mobile advertising nya telkomsel). Di situ saya diwajibkan berlangganan advertising, dan untuk membuka kesempatan lebih lebar..dari tujuh jenis advertisingnya saya ambil dua saja hehe. Saya mulai berlangganan hari Sabtu, dan akan diumumkan Senin siang, 4 April 2011 (H-1) dari konser.  Dan saat hari Senin tiba, saya harus kembali mengurut dada karena dewi fortuna ternyata ada dipihak rival rival saya yang lain. Saya dan teman saya tersebut gagal berjamaah untuk mendapatkan tiket -_-’.

Hari Senin itu juga, ada salah satu akun yang menginformasikan bahwa BCA memberikan promo. Buy one get two untuk pembelian di booth BCA Senanyan City. Masalahnya ada dua : 1. Saya ga ada cc BCA dan 2. saya bekerja di tempat yang jauuuuh sekali dari senanyak city. Saya coba hubungi teman saya yang punya cc BCA, ternyata sudah di juga sedang di kantornya dan mustahil meninggalkan kantor. Saya hubungi teman saya yang lain yang sedang ke imigrasi jakarta selatan, ternyata tidak bisa mampir di sana. Gah..mau nyanyi bareng Mas Mars aja susah banget.  :( (

Akhirnya saya cek timeline saya lagi. Ada setitik harapan baru, salah satu akun twitter Langit Musik akan membagikan 10 tiket gratis. Syaratnya simple, saya hanya harus mengaktifkan nada sambung pribadi a.k.a ring back tone lagunya Bruno Mars, kemudian membuat kalimat yang akan diucapkan jika bertemu Mas Mars. Harus diawali dengan ‘Hai Bruno Mars..’ Saya membuat, Hai Bruno Mars, saya bisa jejingkrakan dan nyanyi bareng kamu karena Langit musik. Lalu isi form dan nunggu dihubungi. teman saya melakukan hal yang sama. Lalu kami nonton film Sean Penn dan Naomi Watts.

Setelah nonton, kami bermaksud makan di salah satu fast food resto, dan saat teman saya mengantri. Sebuah nomor menghubungi saya.

Him : Halo selamat malam. Dengan Ibu Ndari

Me : Iya saya sendiri *berdo’a bukan panggilan kerja

Him : Saya Ganesha dari Langit Musik

Me : Aaa *heboh ga jelas, ga sampai jejeritan sih

I’m just lucky I guess.

Lalu saya makan dengan banyak kupu kupu di perut saya. Rasanya aneh, berbahagia tetapi tidak bisa mengekspresikannya. Teman saya tidak dihubungi oleh Langit Musik. Tapi tak lama , pas tangan dy belepotan saos..sebuah nomor menghubungi ponselnya. dan yess…she win too. It’s just too good to be true.

Yah dan tibalah pada hari H…saya bolos kerja hihi. Demi ambil tiket dan bergegas menuju TKP.

Daaannnn…jreng jreng..saya beneran nonton mas Mars manggung. nyanyi bareng dy..

Here’s a shot

 

Saat konser di mulai, Mas Mars surprise us. Dy tidak tampil sebagai penyanyi, tetapi justru menggebuk drum. Space Odyssey/Intro…kami, para penonton spontan heboh…heboh dan heboh. Lalu dy ambil gitar dan mulai memainkan *eh..mirip lirik lagu jadinya. Lalu dy membawakan  Other Side.. too bad. Saya belum fasih lagu ini… :) Barulah selesai satu lagu, dy menyapa saya, eh kami para penonton.

Lalu di susul Top of the world . Untuk yang  lagu ini saya belum pernah dengar. Disusul medley Money/Billionare. Dan saat First Time dibawakan..Mas Mars bener bener membuat ini seolah olah adalah dy memang akan melakukan first time nya. Rasanya merinding sendiri. Disini dy benar benar jahil dan menggoda (deskripsi yang agak aneh tapi mau gimana lagi ).

Mash Up. Mash Up saya juga belum pernah dengar.. awalnya saya pikir Nirvana Smell like teen Spirit, intro gitarnya mirip sekali..pas ditengah malah mirip Billy Jean-nya mendiang MJ. Pokoknya saya jejingkrakan aja :)

Marry You masuk..dan suasana semakin panas. Apalagi pas mas Mars mengganti liriknya, Jakarta..I think I wanna marry you. Everybody scream…

Lazy song, sangat terasa reggae nya dan Count on me menjadikan istora senayan sebagai giant inul vizta. Mas Mars mengganti gitarnya dengan gitar akustik, dan kami para penonton mulai kenceng-kecengan suara menyanyikan lagunya. Huh ini salah satu lagu favorit saya :) . Apalagi setelah lagu ini adalah Liquor store blues, ibarat beli tiket..buy one get two. Saya juga sangat sukaaa lagu ini #I’d take one shot for my pain..one drag for my sorrow. Get messed up today, I’d be OK tomorrow. reggae sekali..jadinya seruuuu. He’s a truly entertainer

Nothing on you mas Mars bawakan dengan tambahan remix dy..semakin meleleh lah kami padanya. Sampai sekarang saya masih mencari dengan sangat mp3 nothing on you yang sesuai versi konser. susahnyaaaaa..ada yang tau??

Grenade menjadi grenade berubah menjadi grenade. Kami menyanyi penuh emosi hehe. atau cuma saya ajah?? Setelah Grenade mas Mars mengucapkan kalimat perpisahan ..dan berjanji akan segera kembali menemui saya eh jakarta. :) Daannn..Just the way you are pun mulai dimainkannnn.  Hadehhhh…masih belum rela lagu ini jadi lagu penutup.

Just the way you are selesai..mas Mars menghilang dibelakang layar. Dan kamiii mulai berteriak We want more…we want more..we want more…lalu jeng jeng. Muncullah mas Thomas atau siapa yah lupa, yang jadi back vocalnya..”Because we heard jakarta wants more….” yak, kami heboh lagi berteriak…dan jadilah Mas Mars menambah satu lagu. run Away. Di lagu ini dy, mas Thomas dan gitarisnya melakukan dancing gila. Lebih lucu dari gerakan yang dy buat di penampilan First Time.

Yak..kami pun pulang dengan rasa puas mendalam. Walaupun Somewhere in Brooklyn ga ada :( . Konser ini adalah konser terbaik yang pernah saya tonton *dari tiga konser hehe. Gak sabar menunggu tur dy berikutnya :)

 

 

Dark Blue Identity

December 7, 2010

Rasanya seperti baru kemarin saya pindah lokasi beraktivitas ke arah matahari terbit *baca Cibitung. Rasanya baru kemarin saya sungkan memperkenalkan diri. Rasanya baru kemarin saya kebingungan beradaptasi di kantor baru saya itu. Rasanya baru kemarin saya mengutuk diri saya kenapa menentukan pilihan untuk bekerja di sana.

 

Ternyata, saya sudah satu tahun beraktivitas di sana. Kemarin, 6 Desember 2010 adalah pengumuman evaluasi hasil pekerjaan saya selama setahun kebelakang. Saya tidak berharap banyak. Saya hanya merasa sudah melakukan yang terbaik, jadi apapun hasilnya, saya akan menerimanya. Nothing to lose.

 

Dan Allah tersenyum kepada saya. Dia memberikan hasil yang selama ini bahkan saya tidak pernah terlintas sedikitpun. Dia mengijinkan saya untuk berhasil dalam promosi jabatan menjadi karyawan tetap. Miracle do happen.

 

Hanya saja *hah ..manusia yang tak pernah puas, saya tidak pernah berpikir akan bertahan di perusahaan itu untuk seumur hidup saya. Saya sampai saat ini belum jatuh hati dengan meja coklat saya, dengan PC hp saya, dengan rak file saya..atau tempat pena saya. Saya belum pernah sekalipun terbangun dengan semangat dan memulai aktivitas saya. Huah…mudah mudahan saya bisa segera jatuh hati. Amin

 

*judul : ngegarong kata kata Adelin Putri

Sabtu kemarin saya ada janji temu dengan teman saya, mau cobain serabi bule a.k.a pancake. Sebenarnya saya ga terlalu suka, tapi gara gara dua minggu sebelumnya saya main ke PI dan lihat orang makan di Pancious kok sepertinya menggoda sekali.. Pas kita mau makan, waiting listna udah yang ke -6 dan waktunya tidak bisa dipastikan Jadilah kita makan di Urban Kitchen.

Sabtu inipun saya rela bermacet ria demi menyambangi the famous pancake house ituh. Sampai di Plaza Indonesia, teman saya masih di mall sebelah. Dy langsung telpon dan kasih wangsit , `Lo ke pancious..trus book buat 2 orang. Tau sendiri waiting listna minggu lalu`. Dan saya langsung menuju lt 5. Lucky me…saya langsung dapat meja. smile

Begitu waiter datang dan menyerahkan buku menunya, saya langsung jatuh hati dengan Blueberry Cheese. Penampakannya menggoda tongue. Dan teman saya memilih Coco Baileys. Untuk yang tak boleh minuman beralkohol, jangan pesan Coco Baileys, it contains alcohol.
Untuk minumnya, saya pilih Lychee Ice tea. dan teman saya pilih Ice tea, biar bisa refill katana.

Blueberry Cheese Pancake & Waffle

chopstick Blueberry Cheese na yummy. Saya pesan yang double, mix waffle sama pancake. Dikasih toping Ice cream vanilla, trus blueberry fruit sama blueberry sauce. Ga terlalu manis, agak asem. Ice creamnya yummy abiss. *saya malah lebih suka ice creamnya sebenernya. tongue

chopstickCoco Baileys Coco Baileys. Saya tidak bisa mencicip sama sekali. teman saya bilang. OKeh. Ya saya percaya selera dy. Ok nya dy means yummy.

Tempat : Tempatnya nyaman. Ga terlalu luas, tapi lumayan lega. Ditata apik. Jadi enak aja buat ngobrol.

Harga : Harga standard. Antara 35.000 – 50.000 rupiah. Plus PPn dan pajak service.

Service : service ok. Tapi kalau sudah selesai makan, piring piring langsung diambil. Seneng sih mejanya rapi dan bersih, tapi berasa di usir aja. lol

So Guys, kalau lagi di seputaran Thamrin, silahkan mampir ke Pancious.

Being 26

October 9, 2010

Your birthday is a special time to celebrate the gift of ‘you’ to the world.”

Being 26.

Ternyata tidak semudah menjadi 25. Takut.Khawatir. Malu. Semua bercampur menjadi satu. Saya hanya merasa masih belum menjadi seseorang yang ber-tingkah laku seperti layaknya orang yang berusia 26. Dan mencapai sesuatu seperti layaknya orang lain yang berusia 26.

But Yes. I am 26 now.

Hal yang harus saya lakukan adalah bersyukur untuk anugerah yang selalu dicurahkan kepada saya dari sang Maha Pencipta. Berusaha melakukan yang terbaik dan tak lagi menyia nyiakan setiap kesempatan yang telah Dia berikan.Kadang secara tidak sadar saya terlalu mengecilkan semua peluang yang Dia berikan.

Dan malam ini, di ulang tahun saya. Saya memohon, `Ya Allah..berikanlah kepada saya apa yang saya butuhkan`. Amien.

Salah

October 3, 2010

You know what it’s like

getting up every morning feeling hopeless?

Feeling like the love of your life is waking up with the wrong man?

But, at the same time hoping that she still finds happiness,

even if it’s never going to be with you

-Hitch-

Jangan anggap ini lucu.

Saya memang secara tidak sadar sering berharap tentangmu.

Jangan anggap ini lucu.

Saya memang secara tidak sadar menantikan kedatanganmu.

Jangan anggap ini lucu.

Tapi setelah bertahun apa yang telah kita lewati, saya memang selalu berpikir.

Mungkin kamu orang yang tepat untuk saya, kelak.

Tapi…

Saya salah.

Sangat salah.

Leaving..

September 2, 2010

Hari ini saya hampir menangis. Bukan karena seseorang menyakiti saya ataupun saya melakukan kesalahan. Tetapi karena hari ini adalah hari terakhir bekerja dua orang rekan kerja saya. Dan saya benci mengucapkan atau menerima ucapan selamat tinggal. Saya sangat membenci perpisahan..

Terlebih lagi, mereka bukan meninggalkan saya atau perusahaan di mana saya bekerja karena mendapatkan tawaran yang lebih baik. Bukan karena mereka memilih untuk menyudahi pekerjaan mereka. Tetapi karena mereka selesai masa kerja.

Tulus dari dasar hati saya, saya mendo’akan agar mereka segera mendapatkan pekerjaan penggantinya bahkan lebih baik, sehingga tetap bisa memutar roda kehidupannya seperti semula. Amien.

ps : sebenarnya saya juga menunggu giliran untuk mengucapkan selamat tinggal :(

But I Love Him..

August 12, 2010

But I love Him..

Blekedeth

July 9, 2010

Segera..

Akan menjadi kulit luar si `blekedeth` :p

Chasing My Dream..

July 6, 2010

Yes..

It always feels good for me, to chase my dream. Even if the answer is No.

Just like what I did this morning. :)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.